PIDATO RICARDA HUCH DI DEPAN KONGRES PENGARANG JERMAN, SEUSAI PERANG DUNIA

PIDATO RICARDA HUCH DI DEPAN KONGRES PENGARANG JERMAN, SEUSAI PERANG DUNIA
Oleh: Taufiq Ismail

Berlin, Oktober 1947

Pujangga wanita itu
Novelis-penyair delapan puluh tiga tahun
(Demikian tegamya dihempas waktu!)
Perlahan menaiki mimbar
Dan berkata:

‘Dalam sejarah kita ini
Betapa sukarnya terasa
Tugas bimbingan batin waktu inj ‘
Yang tidak pernah ada sebelumnya…
Pada tahun-tahun ngeri terakhir ini
Selama perang berprahara
Dalam histeri demagogi
Dan kibaran semboyan-semboyan
Saya sering ragu-ragu dan
Bertanya-tanya. Pada bangsa saya
Sekian banyak yang latah dan menjilat
Apakah benar pada hati kecil berkhianat
Sekian banyak sia-sia tersungkur ke bumi
Berselimut awan amunisi
Tapi sementara itu
Telah tampil sekian banyak pula
Kebesaran jiwa
Kesediaan berkorban. Kepahlawanan
Serta kebajikan yang tinggi

Sesudah perang memberi kita
Puing demi puing. Kepapaan dan air mata
Daftar jenazah yang senantiasa bertambah
Hutang dalam ratusan juta jam kerja
Timbullah kini kesabaran dan kekuatan
Memikul berat beban nestapa
Serasa tiada hingganya.’1

1965

Pada bulan berikuinya, sesudah Ricarda Huch mengucapkan pidatonya di depan pengarang-pengarang Jerman, dia meninggal dunia di Schonberg, 17 Nopember 1947. Novelis-penyair pembangkang ini dilahirkan di Braunschweig, 18 Juli 1864.

~ by kainsa on February 24, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s