PERCAKAPAN DENGAN ZAINI

PERCAKAPAN DENGAN ZAINI
Oleh: Taufiq Ismail

Rendra di muka kaca
Syahwil sedang meriasnya

Penyanyi berbagai serenada dalam warna
Sedang menatap diri sendiri dalam kaca
Penyair yang meluluhkan jasad dengan garang
Panggilan gong di pentas bertambah lantang

Seribu sajak meleburkan baitnya dalam gerak
Menggelepar manja. Berbulu putih dengan sayap perak
Beterbangan dan hinggap dari dahan ke dahan
Dahan zaitun, dahan pohon utara dan selatan

Seribu gerak kembali lahir jadi puisi
Si pencari yang mendaki tangga zaman Yunani
Kuulurkan tangan padanya: man kita ngembara
Ke mana saja. Karena sajak ada di sepanjang benua

Penyanyi itu telah mengenakan jas birunya
Kali terakhir menatap dirinya pada kaca
Semakin lama kita ngembara dalam puisi
Mana tanganmu, siapa tak terbawajauh sekali.

1963

~ by kainsa on February 23, 2008.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: