DERAI DERAI CEMARA

DERAI DERAI CEMARA
Oleh: Chairil Anwar

Cemara menderai sampai jauh
terasa hari akan jadi malam
ada beberapa dahan di tingkap merapuh
dipukul angin yang terpendam

Aku sekarang orangnya bisa tahan
sudah berapa waktu bukan kanak lagi
tapi dulu memang ada suatu bahan
yang bukan dasar perhitungan kini

Hidup hanya menunda kekalahan
tambah terasing dari cinta sekolah rendah
dan tahu, ada yang tetap tidak terucapkan
sebelum pada akhirnya kita menyerah

(1949)

~ by kainsa on December 6, 2007.

6 Responses to “DERAI DERAI CEMARA”

  1. Menurut saya puisi terakhir dari Chairil Anwas sangat menyentuh hati saya. Betapa hidup hanyalah sementara dan hidup haruslah di syukuri.

  2. apakah ini karya terakhir anwar, terus yang terempas dan yang putus itu, karya yang ke berapa?

  3. mkna dari puisi ini apa sih? sy susah mganalisanya..
    m0hon bntuannya..

  4. pada akhirnya chairil anwar harus menyerah

  5. cara baca puisi ini gimn seh
    sedih
    apa gundah
    apa menyerah

  6. kok nggak ada cara membacanya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: