SYAIR ORANG LAPAR
Oleh: Taufiq Ismail
Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Continue reading ‘SYAIR ORANG LAPAR’

SYAIR ORANG LAPAR
Oleh: Taufiq Ismail
Lapar menyerang desaku
Kentang dipanggang kemarau
Surat orang kampungku
Kuguratkan kertas
Risau
Continue reading ‘SYAIR ORANG LAPAR’
PIKIRAN SESUDAH MAKAN MALAM, SEPTEMBER
Oleh: Taufiq Ismail
Demikianlah, bila kita harus berkata juga
Kontemporer! Saat ini! Ya
Saat ini juga
Dan secarik bintang melesat di atas sana.
1965
PIDATO RICARDA HUCH DI DEPAN KONGRES PENGARANG JERMAN, SEUSAI PERANG DUNIA
Oleh: Taufiq Ismail
Berlin, Oktober 1947
Pujangga wanita itu
Novelis-penyair delapan puluh tiga tahun
(Demikian tegamya dihempas waktu!)
Perlahan menaiki mimbar
Dan berkata:
Continue reading ‘PIDATO RICARDA HUCH DI DEPAN KONGRES PENGARANG JERMAN, SEUSAI PERANG DUNIA’
PERCAKAPAN DENGAN ZAINI
Oleh: Taufiq Ismail
Rendra di muka kaca
Syahwil sedang meriasnya
Penyanyi berbagai serenada dalam warna
Sedang menatap diri sendiri dalam kaca
Penyair yang meluluhkan jasad dengan garang
Panggilan gong di pentas bertambah lantang
Seribu sajak meleburkan baitnya dalam gerak
Menggelepar manja. Berbulu putih dengan sayap perak
Beterbangan dan hinggap dari dahan ke dahan
Dahan zaitun, dahan pohon utara dan selatan
Continue reading ‘PERCAKAPAN DENGAN ZAINI’
PEKALONGAN LIMA SORE
Oleh: Taufiq Ismail
Kleneng bel beca
Debu aspal panggang
Sangar jalan pelabuhan
Terik kota pesisir
Tik-tik persneling Raleigh
Bungkus sarung palekat
Sungai kuning coklat
Nyanyi rumah yatim
Pejaja es lilin
Riuh Kampung Arab
Jembatan loji karatan
Genteng rumah pegadaian
Keringat pasar sepi
Kumis Raj Kapoor
Sengangar lilin batik
Deru pabrik tenun Bal-balan
Bong Cina Harum tauto
Tjarlam Sirup kopyor dingin
Gorengan kuali tahu
Percikan minyak kelapa
Sisa bungkus megono
Panas teh melali
Tik-tok kuda dokar
Dengung DKW Hummel
Peluit sepur bomel
Klakson Debu Reuolusl
1961
OKTOBER HITAM
Oleh: Taufiq Ismail
(1)
Atap-atap gunung
Dan daratan
Meratap
Ke mega gemuiung
Mata yang duka
Menatap
Sepanjang pagi murung
Angin yang nestapa
Berdesah
Awan pun mendung Di musim pengap
Yang gelisah Menitiklah gerimis
Karena berjuta
Telah menangis
Tujuh lelaki
Telah mati Pagi itu
Continue reading ‘OKTOBER HITAM’
FORMULIR INI
Oleh: Taufiq Ismail
Siapakah dirimu? Sebuali nomor
Sederet huruf resml
Dalam abjad Latin
Dari loket di ujung antri yang panjang
Engkau bergegas ke luar gedung ini
Di luar telah menanti matahari
Continue reading ‘FORMULIR INI’
ELEGI BUAT SEBUAH PERANG SAUDARA
Oleh: Taufiq Ismail
Dengan mata dingin dia turun ke medan
Di bahunya tegar tersilang hitam senapan
Dengan rasa ingin ditempuhnya perbukitan
Mengayun lengan kasar berbulu dendam
Angin pun bagai kampak sepanjang hutan
Bukit-bukit dipacu atas kuda kelabu
Dada dan lembah menyenak penuh deram
Di ujung gunung lawannya sudah menunggu
Continue reading ‘ELEGI BUAT SEBUAH PERANG SAUDARA’
DEPAN SEKRETARIAT NEGARA
Oleh: Taufiq Ismail
Setelah korban diusung
Tergesa-gesa
Ke luar jalanan
Kami semua menyanyi
‘Gugur Bunga’
Perlahan-lahan
Continue reading ‘DEPAN SEKRETARIAT NEGARA’
DALAM GERIMIS
Oleh: Taufiq Ismail
Segugus kapuk randu
Melayang dalam hujan
Menyambung suara bumi berbisik. Tertengadah
Pohon-pohon bungur berbunga ungu
Langit yang mekar dalam hujan pertama
Pohon bungur menyebarkan wama ungu
Sepanjang jalan raya
Angin yang mengetuk mendung. Di atas kota
Menjelang gugus malam
Muslm kemarau berbisa
Deretan sedih pohon jeungjing
Sepanjang tebing
Continue reading ‘DALAM GERIMIS’
CATATAN TAHUN 1965
Oleh: Taufiq Ismail
Di lapangan dibakari buku
Mesin tikmu dibelenggu
Piringan hitam dipanggang
Buku-buku dilarang
Kila semua diperanjingkan
Gaya rabies klongsongan
Continue reading ‘CATATAN TAHUN 1965′
BILAKAH KAU AKAN MELINTAS DI DEPANKU
Oleh: Taufiq Ismail
Kutunggu-tunggu kau melintas di depanku
Begitu benarkah lamanya
Sangat ingin aku menegurmu dalam sapa
Tingkap angin makin ungu dalam nestapa
Fajar pun yang tak kunjung teraih
Begitu benarkah sukarnya
Kemarauku menggigil dalam nyala
Musim tempat berbagi yang perih
Continue reading ‘BILAKAH KAU AKAN MELINTAS DI DEPANKU’
BEBERAPA URUSAN KITA
Oleh: Taufiq Ismail
Tentang nasib angkatan ini
Itu adalah urusan sejarah
Tapi tentang menegakkan kebenaran
Itu urusan kita
Continue reading ‘BEBERAPA URUSAN KITA’
AVIASI
Oleh: Taufiq Ismail
Sebuah heli melayang-layang
PAda siang yang panas
Di langit ibu kota
Berjuta mata memandang
Tengadah ke atas
Tak lagi bertanya-tanya
Continue reading ‘AVIASI’
ARITHMETIK SEDERHANA
Oleh: Taufiq Ismail
Selama ini kita selalu
Ragu-ragu
Dan berkata:
Dua tambah dua
Mudah-mudahan sama dengan empat
1966
Recent Comments