PAHLAWAN TAK DIKENAL
PAHLAWAN TAK DIKENAL
Oleh: Toto Sudarto Bachtiar
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang
Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang
wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda
Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya
Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda
(Siasat Th IX, No. 442 1955)

hatiku ter sentak pilu
saat kau lantunkan puisi ini denagn penuh rindu
hatiku ter sentak pilu
saat kau lantunkan puisi ini dengan penuh rindu
sma bina insani bogor mengkreasikan puisi ini dalam extra kulikuler musikalisasi puisi, hasilnya jadi beda banget, keren banget
thx ya.. saya lagi butuh sekali untuk pentas 17′an sabtu nanti
Thx bgd ea.. ^^
ga ada apa komentar yang lebih baguss
huhuhu
buat tugas gw d skolah
mksh.. puisi ini bisa membantu saya untuk pentas besok di sekolah SMAN 1 Purwakarta.
n.n