PAHLAWAN TAK DIKENAL

PAHLAWAN TAK DIKENAL
Oleh: Toto Sudarto Bachtiar

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah lubang peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata, kita sedang perang

Dia tidak ingat bilamana dia datang
Kedua lengannya memeluk senapang
Dia tidak tahu untuk siapa dia datang
Kemudian dia terbaring, tapi bukan tidur sayang

wajah sunyi setengah tengadah
Menangkap sepi padang senja
Dunia tambah beku di tengah derap dan suara merdu
Dia masih sangat muda

Hari itu 10 November, hujan pun mulai turun
Orang-orang ingin kembali memandangnya
Sambil merangkai karangan bunga
Tapi yang nampak, wajah-wajahnya sendiri yang tak dikenalnya

Sepuluh tahun yang lalu dia terbaring
Tetapi bukan tidur, sayang
Sebuah peluru bundar di dadanya
Senyum bekunya mau berkata : aku sangat muda

(Siasat Th IX, No. 442 1955)

~ by kainsa on December 15, 2007.

7 Responses to “PAHLAWAN TAK DIKENAL”

  1. hatiku ter sentak pilu
    saat kau lantunkan puisi ini denagn penuh rindu

  2. hatiku ter sentak pilu
    saat kau lantunkan puisi ini dengan penuh rindu

  3. sma bina insani bogor mengkreasikan puisi ini dalam extra kulikuler musikalisasi puisi, hasilnya jadi beda banget, keren banget

  4. thx ya.. saya lagi butuh sekali untuk pentas 17′an sabtu nanti

  5. Thx bgd ea.. ^^

  6. ga ada apa komentar yang lebih baguss
    buat tugas gw d skolah :( huhuhu

  7. mksh.. puisi ini bisa membantu saya untuk pentas besok di sekolah SMAN 1 Purwakarta.

    n.n

Leave a Reply